Ngoro, Jombang — Pondok Pesantren Al Aqobah kembali menyelenggarakan kegiatan Wisuda Amtsilati dan Tahsin Al-Qur’an pada hari Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di halaman Aqobah International School, Ngoro, Jombang. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan berlangsung dengan penuh khidmat serta dihadiri oleh para pengasuh, dewan guru, wali santri, dan seluruh peserta wisuda.









Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para santri dalam mempelajari ilmu nahwu melalui metode Amtsilati serta memperbaiki bacaan Al-Qur’an melalui program Tahsin Al-Qur’an. Suasana haru dan kebanggaan tampak menyelimuti jalannya prosesi wisuda.
Dalam sambutannya, Pengasuh PP Al Aqobah, K.H. A. Junaidi Hidayat, S.H., menyampaikan bahwa keberhasilan para santri merupakan hasil dari kesungguhan belajar, doa orang tua, serta bimbingan para ustadz dan ustadzah.
“Ilmu yang dipelajari di pesantren bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga para wisudawan mampu menjaga semangat belajar dan terus dekat dengan Al-Qur’an,” beliau menyampaikan dalam sambutannya.
Salah satu wali santri wisudawan Amtsilati dari Ananda Anwarus Sadat asal Malang turut mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian putranya.
“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada seluruh pengasuh serta para ustadz yang telah membimbing anak kami dengan penuh kesabaran. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat,” ungkapnya.
Kesan mendalam juga disampaikan oleh salah satu wisudawan Tahsin Al-Qur’an, A. Fathul Mubarok. Ia mengaku bersyukur dapat menyelesaikan program tahsin dengan baik dan memperoleh banyak pengalaman selama belajar di PP Al Aqobah.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak pelajaran berharga, khususnya dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Semoga apa yang kami pelajari dapat terus kami istiqamahkan,” tuturnya.
Sementara itu, pembina pondok, Ustadzah Unun Nadhifah, menyampaikan harapan agar para santri terus menjaga semangat belajar dan mengembangkan ilmu yang telah diperoleh.
“Wisuda ini bukan akhir dari proses belajar, tetapi menjadi awal untuk terus meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam memahami ilmu agama dan menjaga bacaan Al-Qur’an,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi bersama seluruh wisudawan, wali santri, serta para asatidz sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan lancar dan penuh keberkahan.